Banda Aceh, 26 September 2025 – Proposal penelitian siswa Madrasah Aliyah Darul Ulum YPUI Banda Aceh berhasil melaju ke tahap semifinalis (tahap Presentasi ), pada Festival Madrasah Young Researchers Aceh (FEST MYRA) Tahun 2025.
Proposal yang berfokus pada inovasi teknologi digital dan sains ini menempatkan karya tersebut sebagai salah satu dari 20 karya terbaik yang berhasil menembus babak Semifinal.
Penelitian ini diusung oleh siswa kelas XI Carisa Paramita Ilsa, Fawzana Rizqiya, dan Aura Al-Syifa. bertajuk "Inovasi Penggunaan Sensor Smartphone (Phyphox dan AI) pada Percobaan Penentuan Konstanta Elastisitas Pegas".
Karya ilmiah ini masuk dalam Kategori Matematika, Sains, dan Pengembangan Teknologi. Bertujuan memberikan solusi terhadap tantangan klasik dalam pembelajaran Fisika: ketersediaan peralatan laboratorium yang seringkali mahal dan rumit. Para peneliti mengusulkan model praktikum yang memanfaatkan sensor akselerometer pada ponsel pintar melalui aplikasi Phyphox. Model ini secara efektif mengubah perangkat yang dimiliki siswa menjadi laboratorium mini yang mudah diakses dan terjangkau.
Kebaruan riset ini bukan hanya pemanfaatan smartphone, tapi Data osilasi yang direkam kemudian diolah menggunakan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) Google Gemini atau ChatGPT. Untuk membandingkan tingkat akurasi dan efisiensi analisis data yang dilakukan oleh AI dalam menentukan konstanta elastis pegas (k) dengan metode perhitungan manual.
Penelitian meyakini (hipotesis) bahwa penggunaan AI akan secara signifikan meningkatkan akurasi dan efisiensi, sejalan dengan upaya madrasah dalam merespons tantangan riset berbasis teknologi cerdas.
Samsul Bahri, S.Pd., M.Pd., sebagai Pembimbing dan Humas MA Darul Ulum YPUI Banda Aceh, menyampaikan bahwa lolosnya proposal ini menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam meningkatkan literasi sains dan kemampuan inovasi digital siswa.
Setelah berhasil pada fase seleksi proposal, peneliti kini sedang bersiap mengikuti tahap Presentasi Proposal yang akan digelar Selasa, 30 September 2025. Pada tahap Presentasi, keberhasilan mereka tidak lagi ditentukan oleh kompleksitas penelitian, melainkan oleh kemampuan komunikasi.
peneliti harus mempersiapkan presentasi yang ringkas dan padat, berdurasi hanya lima (5) menit harus dapat menjelaskan rasionalitas rencana riset mereka di hadapan dewan juri. Materi yang harus disiapkan mencakup seluruh kerangka rencana penelitian, mulai dari Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Teori, Tinjauan Pustaka, hingga Metodologi Penelitian.
Dengan waktu singkat dan format virtual, tantangan terbesar adalah bagaimana meyakinkan dewan juri bahwa inovasi smartphone mereka bukan sekadar ide, melainkan sebuah solusi nyata yang murah, mudah, dan akurat, serta siap mentransformasi metode praktikum fisika di madrasah di masa depan.
