Kamis, 25 September 2025

Koramil Kuta Alam dan MA Darul Ulum lakukan koordinasi Program kegiatan Penguatan Karakter Siswa

Banda Aceh, 24 September 2025 – Koramil 13/Kuta Alam dan Madrasah Aliyah (MA) Darul Ulum YPUI Banda Aceh menggelar diskusi koordinasi untuk mematangkan dan memfinalisasi program kerja pada Rabu (23/9).

Diskusi ini dilakukan sebagai tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) kedua pihak, dengan fokus pada aksi pencegahan isu-isu krusial di kalangan pelajar, seperti kenakalan remaja, perundungan (bullying), perkelahian, dan pelanggaran tata tertib madrasah.

Babinsa Koramil Kuta Alam, Sertu Marhalim, dan Humas MA Darul Ulum YPUI, Samsul Bahri, S.Pd. melakukan koordinasi tentang kegitan  pengintegrasian nilai-nilai karakter kebangsaan dan pengembangan sikap disiplin madrasah, yang bertujuan untuk memperkuat solidaritas dan kesetiakawanan nasional siswa.

Sertu Marhalim menyatakan, peran Babinsa adalah sebagai mitra strategis dalam Pembinaan Teritorial (Binter) yang mengutamakan pencegahan dan pendampingan. "Fokus kami bukan sekadar pada pelatihan teknis fisik. Kami hadir untuk menanamkan empati, toleransi, dan rasa persatuan. Nilai-nilai ini akan menjadi benteng bagi siswa agar tidak terlibat dalam tindakan yang memecah belah, seperti perundungan dan kekerasan fisik," tegasnya.

koordinasi dilakukan pada tiga program utama yang berfokus pada pendekatan pencegahan dan akan segera dilaksanakan:

 * Pembinaan Akhlak dan Anti-Kekerasan: Babinsa akan rutin memberikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) yang disinergikan dengan edukasi mengenai dampak psikologis dan hukum dari perundungan dan perkelahian.

 * Pembentukan Sikap Disiplin dan Tanggung Jawab: Mengintensifkan Pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) sebagai sarana efektif melatih kontrol diri, kepatuhan, dan fokus siswa, khusus pemantapan kedisiplinan upara Bendera yang dilaksanakan pada setiap senin Pagi.

 * Penguatan Kesetiakawanan: Program ini mencakup kegiatan team building untuk merangsang kolaborasi dan mencegah terbentuknya kelompok pemicu konflik, dengan melibatkan Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) sebagai agen pelapor dan peredam konflik sebaya.